SEJARAH PONPES HIDAYATUL MUHSININ
Sebelum berdirinya
ponpes Hidayatul Muhsinin adalah ponpes Darul Ma’arif yang terletak di senakin
daerah pedalaman suku yang non muslim yang berdiri pada sekitar tahun 1989
setelah mencapai santri sekitar 202 santri putra 150 santri putri 52. Saat
terjadi kerusuhan pada tahun 1997 bertepatan dengan sampit dan daerah
sekitarnya termasuk senakin yang kami tinggal, santri yang meninggal sekitar 2
orang dan lainnya selamat,berbagai tangisan yang kami rasa, pondok kami hancur
maka kami harus pindah dan santri pun harus pindah, namun banyak yang
dipamitkan oleh orang tua mereka, alhmdulillah setelah kejadian itu, kami mendapatkan
tanah waqaf dari habib Anis Al-Hinduan dengan lebar 170 M, luas bangunan 40 M
yang terletak diujung kota baru yang asalnya hutan tidak ada rumah, demi
pendidikan islam sampai menjadi desa menuju kota yaitu kota baru, tahun berdiri
ponpes hidayatul muhsinin pada tahun 2002 dari santri 10 sampai mencapai 200
san, disitulah pondok kami bangkit lagi tanpa patah semangat demi mencapai rido
ilahi robbiy dan rasul-Nnya tanpa mengenal lelah dan keringat pun tak terasa
sampai terbangunlah pesantren yang baru yaitu hidayatul muhsinin, kenapa diberi
nama tersebut, karena artinya petunjuk yang bagus, karena kami yakin akan
terbentuk pesantren hidayatul muhsinin.
Pertama kami
bangkit dengan menjual daun ubi yang dicari oleh ibunda, kami tidak melibatkan
santri agar mereka fokus dengan belajar, dengan banting tulang bangun jam 2
malam ke felamboyan, kami menjual dedaunan dan pakaian kemasyarakat sekitar, sehingga
terbangunnya bangunan sedikit demi sedikit yang ada untuk santri-santri setelah
kejadian kerususan tsb. Dari tahun 1997 ke 2002 tanpa menyerah, alhamdulillah
santri-santri kami ada yang mencapai beasiswa dimalang untuk sekolah S2, PLN
peTIK pintar dikota Depok, di beasiswa IKIP, IAIN dan masih banyak lagi yang
sukses diluar sana.
Kami bangga dengan
anak-anak kami bahkan prestasi yang diraih seperti nasyid, hadrah al-habsiy,
pidato bahasa indonesia, pidato bahasa inggris, pidato bahasa arab, syarhil
qur’an, tilawah, tartil, adzan, silat, karate dan kitab kuning sampai kejuaraan
Nasional lomba kitab kuning juara 3 mewakili kota KALBAR diJambi 2014 dan
banyak lagi seperti pramuka dan extra kurikuler seperti volly, footsall dalam
perlombaan liga santri, tolak peluru, lompat jauh, lari 100 M, 400 M, dan masih
banyak lagi demi mengsukseskan penerung bangsa yang berbasis ilslami.
Santri dan
pengajar sekarang mencapai 130 santri purta, 110 santri putri, 30 pengajar
putra, 25 pengajar putri di tahun 2018,
bangunan ala kadarnya, penjualan rumput gajah sudah tidak berjalan lagi di
tahun 2017, di tahun 2015-2018 kami memiliki kolam untuk merawat ikan lele
untuk dijual yg berupa aset pesantren, namun belum bisa untuk bambangun sebuah
bangunan yang permanen sehingga bangunan putri tidak layak lagi karena bangunan
pemakai tongkat kayu dan meninggi, jadi santri-santri putri rawan jatuh
lantainya karena terbuat dari papan dan sudah tidak layak lagi, mungkin dengan membaca
tentang kondisi dan curhatan ini semoga semua pihak berkenan dan senantiasa
membantu perjuangan kami dalam menghidupkan santri-santri kami, banyak curhatan
santri-santri dan masyarakat tentang bangunan kami yang sudah tidak layak,
namun apalah daya bagi kami, kecuali berdo’a agar digerakkan hati-hati para
donatur, namun saat ini belum terkabulkan.
Dan untuk merealisasikan niat tersebut maka harus ada sarana
dan prasarana yang menunjang pelaksanaannya. Pondok Pesantren adalah tempat
yang memadai karena Pondok Pesantren
merupakan tempat suci untuk beribadah dan sarana pendidikan dan pengkaderan
umat Islam yang diharapkan masyarat.
Komentar
Posting Komentar